Teologi Biblika Bahagian 1

PESTA //       PENDIDIKAN ELEKTRONIK STUDI TEOLOGIA AWAM      \\ PESTA

  
Nama Kursus    : PENGANTAR PERJANJIAN LAMA
Nama Pelajaran : Pentingnya Perjanjian Lama
Kode Pelajaran : PPL-P01

  
              Pelajaran 01 - PENTINGNYA PERJANJIAN LAMA
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
  
Daftar Isi
----------
  
1. Mengapa penting mempelajari Perjanjian Lama?
   a. Perjanjian Lama adalah Bagian dari Rencana Allah
   b. Perjanjian Lama adalah Bukti akan Kedaulatan dan Kesetiaan Allah
   c. Perjanjian Lama adalah Firman Allah
   d. Perjanjian Lama adalah Nubuat bagi Perjanjian Baru
2. Mengapa sulit mempelajari Perjanjian Lama?
   a. Halangan Bahasa
   b. Halangan Budaya
   c. Halangan Ketekunan
   d. Halangan Praduga yang Salah
  
Doa
  
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
                     
                      PENTINGNYA PERJANJIAN LAMA                                                      
                      ==========================                                  
                                                      
1. MENGAPA PENTING MEMPELAJARI PERJANJIAN LAMA?
   --------------------------------------------
  
   Umat Kristen pada umumnya dapat menerima Alkitab Perjanjian Baru
   (PB) dengan mudah karena Alkitab PB adalah dokumen yang memberi
   kesaksian tentang kehidupan, kematian dan kebangkitan dan
   pengajaran Kristus yang penuh kuasa serta sejarah pendirian gereja-
   Nya. Tetapi, bagaimana dengan Perjanjian Lama? Sering umat Kristen
   bertanya, apakah gunanya mempelajari kitab-kitab Perjanjian Lama?
   Bukankah PL lebih banyak berbicara tentang cerita usang dari
   sejarah bangsa Yahudi (Israel) dan tentang raja-raja dan nabi-nabi
   dan tokoh-tokoh yang tidak ada hubungan langsung dengan kita
   sekarang? Dapatkah kita menerima keseluruhan PL sebagai Firman
   Allah yang berotoritas mutlak dalam hidup kita?

   Pertanyan-pertanyaan di atas sangat penting untuk dijawab.
   Pelajaran pertama dari Kursus Pengantar Perjanjian Lama (PPL) ini
   akan menolong kita untuk melihat PL dari sudut pandang keseluruhan
   kebenaran Alkitab supaya kita dapat melihat dengan jelas
   relevansinya bagi kehidupan Kristen kita sekarang.

   Marilah kita mulai dengan menjawab pertanyaan, mengapa penting
   mempelajari Perjanjian Lama?

   a. Perjanjian Lama adalah Bagian dari Rencana Allah
  
   Cara Allah menyatakan Diri-Nya kepada manusia adalah dengan
   memberikan Penyataan Umum dan Penyataan Khusus, yaitu melalui alam,
   sejarah, hati nurani manusia dan juga melalui Firman dan Anak-Nya,
   Yesus Kristus. Di dalam Penyataan-penyataan inilah Allah menyatakan
   Diri-Nya dan rencana-Nya kepada manusia (Rom 1:19-20; Yes. 52:10).

   Dalam Perjanjian Lama, Allah memakai hamba-hamba-Nya, dengan latar
   belakang satu bangsa, yaitu bangsa Israel, untuk menjadi sarana
   dalam menyampaikan Penyataan-penyataan rencana-Nya kepada manusia
   (Yes 49:6). Oleh karena itu sejarah lahirnya bangsa Israel dan
   bagaimana Allah menyertai, menghukum dan memberkati bangsa ini
   (yang kita pelajari melalui kitab-kitab PL) seharusnya menjadi
   bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan iman Kristen. Karena
   melalui sejarah bangsa ini Allah sebenarnya sedang memberitahukan
   kepada manusia tentang Diri-Nya; siapakah Dia dan apakah rencana-
   Nya bagi umat manusia, termasuk rencana-Nya bagi kita yang hidup
   sekarang. Dengan mempelajari PL, maka kita akan melihat bagaimana
   Allah secara progresif menyatakan Diri-Nya untuk dikenal; pertama
   melalui bangsa pilihan-Nya (Israel), lalu selanjutnya melalui orang-
   orang yang dipilih-Nya pada masa Perjanjian Baru (Rom 1:16).

   b. Perjanjian Lama adalah Bukti akan Kedaulatan dan Kesetiaan Allah
  
   Dibalik cerita sejarah bangsa Israel, PL juga menjadi bukti penting
   akan kedaulatan Allah atas seluruh alam semesta yang diciptakan-
   Nya, termasuk di dalamnya manusia. Dialah yang mengawasi sejarah
   dan yang akan menyelesaikan rencana-Nya tepat pada waktu yang sudah
   ditetapkan-Nya (Fil 1:6). Dia juga yang memilih hamba-hamba-Nya
   sesuai dengan kedaulatan-Nya untuk melaksanakan rencana kekal-Nya.
   Di sini sekaligus PL juga menjadi bukti penyataan progresif akan
   kesetiaan Allah (Yes. 25:1). Allah turut bekerja dalam sejarah,
   termasuk ketika Israel tidak taat, tetapi Allah tetap setia pada
   janji-Nya (Rom 3:3). Oleh karena itu kitab-kitab PB tidak mungkin
   dilepaskan dari PL; Allah PB adalah juga Allah PL yang setia
   melaksanakan rencana kedaulatan-Nya (keselamatan) bagi umat pilihan-
   Nya.

   c. Perjanjian Lama adalah Firman Allah
  
   Mengakui bahwa PL adalah Firman Allah adalah bagian yang penting
   dari iman Kristen, karena apabila kita mengakui otoritasnya maka
   berarti kita bersedia tunduk pada otoritas tsb. Namun yang menjadi
   pertanyaan sekarang, bagaimana kita tahu dan yakin bahwa kitab-
   kitab PL adalah Firman Allah yang berotoritas? Berikut ini adalah
   beberapa bukti bahwa PL adalah Firman Allah.

   Pertama, bukti dari dalam Alkitab sendiri:
   1) Yesus mengakui otoritas PL
      Selama Yesus hidup di dunia Ia mengakui otoritas PL secara
      penuh. Hal ini terbukti jelas dalam kitab-kitab Injil bagaimana
      Yesus selalu mengutip PL untuk menunjukkan dasar otoritas dan
      pengajaran-Nya. Misalnya pada waktu Ia dicobai (Mat 4:1-11).
      Juga ketika Yesus harus mengklaim kedudukan-Nya sebagai Anak
      Allah (Yoh. 10:31-36). Sikap Yesus yang menjunjung tinggi PL
      cukup menjadi bukti bahwa PL memiliki otoritas sebagai Firman
      Allah.      
   2) Para Rasul mengakui otoritas PL  
      Diantara para Rasul tidak ada bukti satupun yang memperlihatkan
      bahwa mereka tidak mempercayai PL sebagai inspirasi dari Allah.
      Di antara para rasul, Paulus adalah yang paling jelas memberikan
      pengakuan secara penuh akan otoritas PL. 2 Tim. 3:16, "tulisan"
      yang dimaksud pada waktu itu adalah tulisan dari kitab-kitab PL.     
   3) Para penulis Alkitab mengakui otoritas PL   
      Pola pengakuan otoritas PL juga dijumpai pada penulis-penulis PB
      lain, seperti Yakobus atau penulis kitab Ibrani. Mereka melihat
      PL bukan sebagai rangkaian sejarah dan peraturan yang mati,
      tetapi merupakan kisah yang hidup tentang karya Allah yang
      menyelamatkan manusia (Yak 1:22-23; Ibr. 4:12).

   Bukti dari luar Alkitab:  
   4) Bapak-bapak gereja secara aklamasi menerima pengakuan akan
      otoritas PL melalui pengkanonan Alkitab. Dinyatakan bahwa
      masing-masing Kitab PL menunjukkan sifat yang tidak dapat
      dipisahkan dari pengilhaman ilahi.     
   5) Allahlah yang memberi inspirasi kepada para penulis PL. Itulah
      sebabnya sekalipun para penulis PL hidup pada jaman dan latar
      belakang yang berbeda, berita yang mereka sampaikan tidak ada
      yang saling bertentangan, malah sebaliknya memberikan satu
      benang merah berita yang menunjuk pada karya keselamatan Allah.     
   6) Secara praktis terbukti bahwa kitab-kitab PL telah menjadi
      standard kebenaran dan memberikan manfaat yang sanggup mengubah
      kehidupan manusia, karena Allahlah yang ada dibalik penulisan
      itu.

   d. Perjanjian Lama berisi Nubuatan bagi Perjanjian Baru
  
   Kitab-kitab dalam PL banyak menunjuk pada nubuatan-nubuatan yang
   akhirnya digenapi pada masa PB (Mat. 9:31; Luk 24:44; Rom 10:4).
   Keseluruhan dan kelengkapan berita keselamatan harus dimulai dari
   PL dan diakhiri dengan PB; sehingga jelas keduanya tidak dapat
   dipisah-pisahkan. Oleh karena itu PL harus dipelajari sebagai
   sumber dan landasan untuk mengerti penggenapan rencana agung Allah.

   Kitab-kitab dalam PL juga penuh dengan tipologi-tipologi yang kalau
   dipelajari akan menolong pembaca kitab-kitab PB untuk mengerti
   lebih jelas KEUTUHAN KESELURUHAN KEBENARAN Alkitab.

2. MENGAPA SULIT MEMPELAJARI PERJANJIAN LAMA?
   ------------------------------------------
  
   Dari uraian di atas kita melihat bahwa penting sekali kita
   mempelajari Penyataan Allah yang bersifat progresif itu mulai dari
   masa PL supaya kita mendapatkan konteks lengkap bagaimana Penyataan
   Allah itu diberikan. Namun demikian mempelajari kitab-kitab PL
   tidaklah tanpa halangan. Ada faktor-faktor penghambat yang kadang
   menyulitkan kita mengerti maksud sesungguhnya berita dalam PL.
   Kesulitan-kesulitan tsb. dapat dijelaskan sbb.:

   a. Halangan Bahasa
      Kitab-kitab asli PL disampaikan dalam bahasa Ibrani kuno yang
      kadang tidak dapat secara jelas diterjemahkan dalam bahasa
      Indonesia.

   b. Halangan Budaya
      Seluruh konteks PL adalah budaya bangsa Israel kuno yang
      informasi sejarahnya tidak dapat kita pahami dengan lengkap.

   c. Halangan Ketekunan
      Kurangnya ketekunan dalam mempelajari Alkitab secara menyeluruh
      dan berkesinambungan.

   d. Halangan Praduga yang Salah
      Sering kita telah memiliki praduga yang salah tentang PL
      sehingga kita cenderung hanya memilih berita yang kita sukai
      dan mengerti, tapi kemudian mengabaikan isi berita PL yang lain.


>>-------------------- Akhir Pelajaran (PPL-P01)--------------------<<

* DOA *
-------
"Ya Allah, saya bersyukur bahwa Engkau berkenan untuk menyatakan
diri-Mu kepada bangsa Israel sedemikian rupa sehingga saya sekarang
dapat belajar mengenal tentang Engkau lebih baik. Tapi doronglah
saya untuk tidak cepat puas hanya sampai di sini. Ajarkan saya
untuk semakin rindu mempelajari Firman-Mu dalam PL sehingga saya
bisa menjadi semakin dekat dan mengenal kehendak-Mu lebih baik." Amin


[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]







Nama Kursus    : PENGANTAR PERJANJIAN LAMA
Nama Pelajaran : Latar Belakang Geografis Perjanjian Lama
Kode Pelajaran : PPL-P02




       Pelajaran 02 - LATAR BELAKANG GEOGRAFIS PERJANJIAN LAMA
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Daftar Isi
----------

1. Mengapa Penting Mempelajari Latar Belakang Geografi PL?
2. Ruang Lingkup Geografi PL
   a. Geografis secara fisik
   b. Geografis secara politik
   c. Geografis secara sejarah
3. Makna Teologis Latar Belakang Geografis PL
   Tanah Perjanjian
4. Peta Geografis Perjanjian Lama

Doa

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

               LATAR BELAKANG GEOGRAFIS PERJANJIAN LAMA
               ========================================

1. MENGAPA PENTING MEMPELAJARI LATAR BELAKANG GEOGRAFI PL?
   -------------------------------------------------------

   Pada pelajaran yang pertama telah kita pelajari bahwa melalui
   kitab-kitab PL, yang berisi sejarah bangsa Israel, Allah telah
   menyatakan Diri-Nya dan rencana-Nya kepada manusia. Untuk itu Allah
   telah melibatkan Diri dalam sejarah hidup umat pilihan-Nya yang
   dibatasi dalam ruang dan waktu. Kisah sejarah bangsa Israel dalam
   Kitab-kitab PL bukanlah karya sastra yang direka-reka dan
   direncanakan oleh pikiran manusia. Kita patut bersyukur bahwa
   Alkitab adalah unik dibandingkan dengan kitab suci-kitab suci agama
   lain, karena Alkitab menyebutkan banyak sekali nama-nama tempat
   yang memang pernah ada di dunia ini. Itulah sebabnya ada dua alasan
   penting untuk mempelajari latar belakang geografis dunia PL:

   a. untuk menjadi bukti bahwa sejarah umat Allah dalam PL adalah
      sejarah yang sungguh terjadi di suatu tempat, di suatu waktu di
      dunia ini.
   b. supaya kita dapat mengerti dan menginterpretasikan teks Alkitab
      dengan lebih baik; ada ribuan nama tempat, gunung, sungai,
      bukit, laut dll. dalam Alkitab sehingga diperlukan pengetahuan
      yang cukup tentang data-data geografis tsb. untuk dapat
      menafsirkan ayat dengan tepat.

2. RUANG LINGKUP GEOGRAFIS PL
   -------------------------

   Adapun lingkup geografis PL dapat dilihat dari beberapa sisi:
   a. Geografi secara fisik; berhubungan dengan bumi secara fisik:
      gunung, sungai, lembah, dan struktur tanah, angin dan cuaca dll.
      Semua ini mempengaruhi bagaimana masyarakat hidup di daerah itu;
      tipe bangunan rumahnya, tipe pekerjaannya, gaya hidupnya dll.

   b. Geografi secara politis; sehubungan dengan pengaturan kelompok
      masyarakat yang ada, dari kelompok masyarakat sederhana yang
      tinggal berpindah-pindah (nomandi) sampai akhirnya membentuk
      suatu daerah pemukiman yang memiliki daerah teritori yang jelas
      dan bahkan menjadi kerajaan yang berkuasa atas daerah yang lebih
      luas.

   3. Geografi secara sejarah; berhubungan dengan perkembangan sejarah
      masyarakat dalam satu tempat dan satu waktu. Alkitab mencatat
      bagaimana, di mana dan kapan Allah menyatakan Diri dan rencana-
      Nya pada umat pilihan-Nya.

   (Untuk penjelasan dan contoh-contoh lebih lengkap lihat Referensi-
   referensi Pelajaran 02)

3. MAKNA TEOLOGIS LATAR BELAKANG GEOGRAFIS PL
   ------------------------------------------

   Tanah Perjanjian

   Wilayah tanah Kanaan memiliki porsi muatan makna teologis yang
   sangat besar dalam seluruh kitab PL, karena tanah Kanaan merupakan
   komponen utama dalam perjanjian Allah dengan bangsa pilihan-Nya,
   Israel. Hal ini dimulai ketika Abraham dipanggil untuk pergi ke
   tanah yang akan Tuhan berikan kepadanya dan bangsa keturunannya,
   yaitu Tanah Perjanjian, (Kej. 11:31 - 12:10). Wilayah Tanah
   Perjanjian itu disebutkan "mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai
   yang besar itu, sungai Efrat" (Kej. 15:18) dan janji itu
   dikonfirmasi lagi kepada Ishak (Kej. 26:3) dan juga kepada Yakub
   (Kej. 28:13).

   Luas tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham tidaklah jelas
   batasnya. Namun dapat dipastikan lebih luas dari negeri Kanaan,
   karena ketika Lot memilih untuk tinggal di lembah Yordan yang subur
   dan banyak air di sebelah timur, Abraham tinggal di tanah Kanaan,
   dan di situlah Tuhan berkata kepada Abraham: "Pandanglah
   sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur
   dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat
   itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-
   lamanya." (Kej. 13:14-15).

   Ratusan tahun kemudian ketika Musa mengingatkan bangsa Israel akan
   Tanah Perjanjian yang Tuhan telah berikan kepada mereka, maka Musa
   menjelaskan batas-batas tanah itu sebagai, "Majulah, berangkatlah,
   pergilah ke pegunungan orang Amori dan kepada semua tetangga mereka
   di Araba-Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit, di Tanah Negeb dan
   di tepi pantai laut, yakni negeri orang Kanaan dan ke gunung
   Libanon sampai Efrat, sungai besar itu. Ketahuilah, Aku telah
   menyerahkan negeri itu kepadamu; masukilah, dudukilah negeri yang
   dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni
   Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka dan
   kepada keturunannya." (Ul. 1:7-8). Dan saat itu bangsa Israel telah
   menduduki tanah bahkan sampai ke TransJordan, yang lebih luas dari
   batas Tanah Perjanjian.

   Pada masa Yosua, Tuhan memberi perintah kepada Yosua untuk
   mengambil seluruh teritori seperti yang telah disebutkan oleh Musa
   (Yos. 1:4). Namun selama masa itu Israel gagal untuk mendapatkan
   seluruh tanah yang telah Tuhan janjikan, sebab utamanya adalah
   karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan, sehingga Tuhan menghukum
   mereka dengan tidak memberikan seluruh tanah itu kepada bangsa
   Israel. Dan selama masa raja-raja Israel, tidak ada satu raja pun
   yang berhasil mendapatkan seluruh Tanah Perjanjian itu kecuali Daud
   (itupun masih ada satu bagian tanah, Tanah orang Het yang tidak
   menjadi kekuasaan Israel).

   Sebagai kesimpulan dapat di katakan bahwa konsep Tanah dan
   Perjanjian dalam PL saling memiliki kaitan yang erat. Tanah
   merupakan anugerah Tuhan yang dijamin di atas perjanjian (covenant)
   yang sah. Oleh karena itu Tanah Perjanjian merupakan simbol akan
   ketergantungan mereka pada Tuhan. Hubungan Israel dengan tanah itu
   merupakan indikasi hubungan mereka dengan Tuhan. Apabila mereka
   taat kepada Tuhan maka kemakmuran yang luar biasa akan terjadi di
   atas tanah itu (Ul. 22). Sebaliknya, ketidaktaatan bangsa Israel
   akan perintah Tuhan akan berakhir dengan dibuangnya mereka dari
   Tanah Perjanjian (Ul. 4:25-28; 28:63-68; Yos. 23:13-16; I Raj. 9:6-
   9; 2 Raj. 17:22-23; dll.). Dan akibatnya pada masa-masa itu orang
   Israel harus hidup di tanah pembuangan dan dijajah bangsa-bangsa
   lain.

   Namun karena janji bahwa Tuhan akan setia menyertai bangsa ini,
   maka tidak untuk selamanya bangsa Israel tinggal di tanah
   pembuangan. Pada jaman Ezra, sejarah PL mulai diwarnai dengan
   pertobatan dan perjanjian untuk menjauhkan diri dari pemcemaran
   dosa dari bangsa kafir (Ez. 9:10-15) sehingga bangsa Israel
   akhirnya pulang kembali ke tanah airnya dan tinggal di tanah yang
   Tuhan janjikan itu.

4. PETA GEOGRAFIS PERJANJIAN LAMA
   ------------------------------

   (Lihat Peta Geografis Perjanjian Lama yang ada dalam program
   Alkitab SABDA)


>>-------------------- Akhir Pelajaran (PPL-P02)--------------------<<

* DOA *
-------
"Allah Yahweh, Allah sumber segala berkat, saya bersyukur karena
Engkaulah yang menyediakan tanah di mana saya tinggal saat ini. Saya
bersyukur bahwa Engkau sediakan segala sesuatunya itu untuk kebaikan
saya. Ajarkan kepada saya untuk senantiasa ingat bahwa tempat dimana
saya berada adalah anugerah Tuhan. Di sinilah Tuhan ingin saya
berkarya dan memuliakan nama Tuhan. Oleh karena itu Allah, berikan
saya kekuatan agar saya senantiasa hidup suci di hadapan Tuhan. Amin."


[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]

----------------------------------------------------------------------
PESTA ======Pendidikan Elektronik Studi Teologia Kaum Awam====== PESTA








Nama Kursus    : PENGANTAR PERJANJIAN LAMA
Nama Pelajaran : Sejarah Singkat Perjanjian Lama
Kode Pelajaran : PPL-P03


                Pelajaran 03 - SEJARAH PERJANJIAN LAMA

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Daftar Isi
----------

1. Hal-hal penting yang perlu diketahui dalam mempelajari sejarah PL
   a. Sejarah PL adalah sejarah KEHIDUPAN MANUSIA YANG NYATA
   b. Sejarah PL adalah PEKERJAAN ALLAH
   c. Sejarah PL adalah SEJARAH KESELAMATAN
2. Kronologis Sejarah PL
   a. Jaman Adam sampai Abraham (kira-kira 5000 - 4000 SM)
   b. Jaman Patriakh-Patriakh (kira-kira 2000 - 1400 SM)
   c. Jaman Keluaran/Eksodus dari Mesir (kira-kira 2000 - 1400 SM)
   d. Jaman Hakim-Hakim (kira-kira 1400-1050 SM)
   e. Jaman Kerajaan Bersatu (kira-kira 1050 - 931 SM)
   f. Jaman Kerajaan Terpisah (kira-kira 930 - 586 SM)
   g. Jaman pembuangan di Babel dan kembali ke tanah Israel (kira-kira
      587 B.C).

Doa

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
                   SEJARAH SINGKAT PERJANJIAN LAMA
                   ===============================

Seperti yang telah disinggung pada pelajaran sebelumnya bahwa sebagian
besar Kitab-kitab dalam Perjanjian Lama berisi cerita sejarah,
khususnya tentang sejarah bangsa Israel. Cerita-cerita tsb. bukanlah
cerita yang sekedar kita dengar lalu kita lupakan, karena ada makna
teologis yang dapat ditarik kalau kita mempelajari dengan teliti dan
dengan tujuan yang benar.

Mempelajari sejarah PL harus dimulai dengan kerinduan untuk mengerti
maksud dan rencana Allah berintervensi (turut campur tangan) dalam
sejarah manusia. Hal inilah juga yang mendorong para ahli Alkitab
untuk meneliti dan menyusun urutan kejadian-kejadian dalam Alkitab
untuk melihat kembali bagaimana Allah berkarya, menyatakan Diri-Nya
dan bagaimana Ia bertindak dan berhubungan dengan manusia. Tindakan
Allah dalam sejarah ciptaan-Nya ini membuktikan akan penyertaan dan
pemeliharaan Allah terhadap ciptaan-Nya. Apa yang Allah kerjakan dan
tunjukkan di masa lampau dalam sejarah Perjanjian Lama, memberikan
dampak dan pengharapan bagi kita yang hidup pada masa kini.

Untuk lebih jelasnya di bawah ini adalah hal-hal penting yang perlu
diketahui dalam mempelajari sejarah PL ini.

1. HAL-HAL PENTING YANG PERLU DIKETAHUI DALAM MEMPELAJARI SEJARAH PL
   -----------------------------------------------------------------

   a. Sejarah PL adalah Sejarah KEHIDUPAN MANUSIA YANG NYATA
  
      Sejarah PL bukanlah cerita-cerita usang belaka dari suatu bangsa
      yang hanya rekaan manusia. Sejarah PL adalah kisah dari sebuah
      bangsa yang betul-betul ada di dunia, yang telah dipilih Allah
      untuk menjadi saluran kasih-Nya. Setiap kejadian yang ada dalam
      sejarah PL merupakan sebuah mata rantai sejarah Keselamatan
      Allah yang panjang yang saling menyambung, karena kisah yang ada
      dalam PL tsb. satu dengan yang lain memiliki hubungan/kaitan
      yang sangat erat, baik hubungan sebagai kelanjutan cerita, tapi
      juga hubungan akan penggenapan atas nubuat yang telah diberikan
      sebelumnya.

   b. Sejarah PL adalah PEKERJAAN ALLAH
     
      Alkitab PL bukan saja meliputi cerita kronologis bangsa Israel
      dari permulaan pemilihan sampai jaman Yesus Kristus, tapi adalah
      sejarah pekerjaan Allah yang terus menerus dinyatakan di dalam
      kehidupan orang-orang Israel agar mereka mengerti tujuan
      pekerjaan dan rencana karya Allah untuk keselamatan mereka serta
      menjadikan mereka rekan kerja Allah.

   c. Sejarah PL adalah SEJARAH KESELAMATAN
     
      Dari peristiwa-peristiwa yang disusun secara kronologis maka
      terlihatlah suatu benang merah berita inti dalam seluruh sejarah
      umat manusia, yaitu Sejarah Keselamatan yang Allah anugerahkan
      kepada manusia. Manusia yang telah jatuh dalam dosa dan terputus
      hubungan dengan Allah diberikan pengharapan baru; dan pada
      setiap generasi, sejarah mencatat, Allah selalu mengulangi
      panggilan-Nya agar manusia berbalik dan menerima keselamatan
      yang dari Tuhan.

   Dari tiga hal di atas jelaslah bahwa untuk mempelajari sejarah PL
   kita harus melihat keseluruhan beritanya dalam konteks yang tepat.
   Sejarah PL bukan berisi perintah-perintah yang harus kita ikuti
   atau cerita yang bisa kita ambil dan mengerti secara terpisah-
   pisah, karena masing-masing peristiwa memiliki latarbelakang
   historis yang menuju ke satu berita utama, yaitu berita
   Keselamatan. Oleh karena itu mempelajari sejarah PL akan menolong
   kita secara langsung untuk mempelajari konteks dalam menafsirkan
   berita PL secara benar.

2. KRONOLOGIS SEJARAH PL
   ---------------------
  
   Sebelum memberikan garis besar sejarah seluruh PL, perlu terlebih
   dahulu kita mengerti bagaimana para ahli Alkitab dan sejarah
   menentukan waktu terjadinya peristiwa-peristiwa tsb. secara
   kronologis.

   Penentuan waktu kronologis sejarah PL (dari masa penciptaan, Adam
   dan seterusnya) tidak begitu mudah untuk dipastikan, karena Alkitab
   sendiri tidak ditulis untuk maksud memberikan catatan kronologis
   yang urut dan lengkap. Tujuan Alkitab mencatat peristiwa-peristiwa
   penting adalah untuk memberikan gambaran sehubungan dengan
   bagaimana Allah bertindak terhadap manusia pada tempat dan waktu
   saat itu. Salah satu cara menentukan waktu kejadian penciptaan Adam
   adalah dengan teori Ussher (sekalipun sekarang teori ini tidak
   populer), yaitu dengan cara menjumlahkan kebelakang genealogi-
   genealogi (silsilah) dan data-data kronologis lain yang terdapat
   dalam PL (dengan asumsi bahwa silsilah-silsilah PL semua lengkap
   dan berurutan). Dengan cara ini ditentukan bahwa waktu penciptaan
   Adam adalah thn. 4004 SM (Sebelum Masehi). Banyak orang masih
   memakai pedoman pentarikhan waktu Ussher ini sebagai pedoman
   pengurutan kronologisnya saja, sedangkan penentuan tahunnya tidak
   diikuti.

   Berikut ini adalah garis besar pembagian sejarah PL secara
   kronologis:

   a. Jaman Adam sampai Abraham (kira-kira 5000 - 4000 SM)
    
      Jaman ini oleh beberapa sarjana ditempatkan dalam ruang waktu
      antara 5000-4000 SM, walaupun ada banyak pandangan yang berbeda-
      beda tentang penetapan waktu ini.

      Dalam jaman ini dicatat dua peristiwa besar:
      1) Air bah (Kejadian 6:13; 9:17) -  3000 SM, tahun ini
         ditentukan dengan memperhatikan kesamaan antara Air Bah di
         dalam Alkitab dengan sebuah kisah air bah yang berasal dari
         Babel.
      2) Menara Babel (Kejadian 11:1-9) - 3000-2000 SM, karena
         kejadiannya ini tidak lama sesudah air bah, (dimana semua
         manusia masih tinggal di satu daerah).

   b. Jaman Patriakh-Patriakh (kira-kira 2000 - 1400 SM)
   
      Kisah pengembaraan Abraham dalam Kejadian 12-50 dapat diyakinkan
      dari berbagai keterangan yang cocok sekali dengan lingkungan
      kebudayaan periode tahun 2000-1600 SM, dimana cara hidup
      orang-orang jaman itu adalah mengembara (nomandik). Tanah
      Palestina saat itu masih jarang penduduknya sehingga
      pengembaraan masih dapat dilakukan dengan bebas di daerah-daerah
      yang subur, bahkan dari daerah Mesopotamia (tempat asal Abraham)
      ke Palestina.

   c. Jaman Keluaran/Eksodus dari Mesir (kira-kira 2000 - 1400 SM)
   
      Ada dua periode besar pada jaman ini yang berjalan kira-kira 430
      tahun (Kel. 12:40-41). Pertama adalah masa Abraham dipanggil
      Tuhan sampai Yakub masuk ke Mesir (Kej. 12:4; 2:15; 25:26;
      47:9). Dan kedua adalah masa bgs. Israel di Mesir sampai keluar
      dari Mesir. Thn. 1290 SM diperkirakan sebagai tahun keluarnya
      (Eksodus) bangsa Israel dari Mesir. Saat itu diperkirakan umur
      Musa adalah 80 tahun.

   d. Jaman Hakim-Hakim (kira-kira 1400-1050 SM)
     
      Jaman ini adalah masa sesudah kematian Yosua. Dalam periode ini
      ada 13 hakim yang ditunjuk Tuhan untuk memimpin bangsa Israel
      hidup di Tanah Perjanjian. (Daftar Hakim-hakim lihat di bahan
      Referensi).

      Masa Hakim-hakim ini dianggap sebagai masa gelap bangsa Israel,
      diungkapkan sebagai masa dimana "setiap orang berbuat apa yang
      benar menurut pandangannya sendiri." (Hak. 17:6). Pada masa ini
      sepertinya Tuhan tidak bekerja, baik melalui mujizat maupun
      tanda-tanda lain yang menyertai. Kehidupan bangsa Israel sangat
      mundur bukan hanya secara rohani tapi juga dalam hal keamanan
      dan kesejahteraan jasmani. Mereka sering dikalahkan, dirampok
      dan diperlakukan sangat buruk oleh bangsa-bagsa lain yang lebih
      kuat. Kunci dari masalah ini adalah karena dosa-dosa yang
      diperbuat oleh bangsa Israel, sehingga Tuhan meninggalkan
      mereka.

   e. Jaman Kerajaan Bersatu (kira-kira 1050 - 931 SM)
     
      Dalam rangkaian sejarah bangsa Israel, periode jaman ini dapat
      dikatakan sebagai jaman yang paling gemilang dan makmur. Israel
      menjadi bangsa yang memiliki derajat tinggi diantara bangsa-
      bangsa di sekitarnya. Hal ini ditandai dengan kemajuan-kemajuan
      yang dicapai dalam berbagai bidang (ilmu pengetahuan,
      kesusasteraan, pembangunan dll.)

      Tapi pada pihak yang lain sistem pemerintahan "Teokrasi", yaitu
      kepemimpinan langsung oleh Tuhan, mulai ditinggalkan oleh bangsa
      Israel. Tuhan mengijinkan mereka memiliki raja sendiri untuk
      memerintah karena kedegilan hati bangsa ini. Tetapi Tuhan
      memberikan peringatan yang jelas (I Sam. 8) bahwa mereka akan
      menyesal dikemudian hari. (Daftar Raja-raja Israel dapat dilihat
      di bahan Referensi).

   f. Jaman Kerajaan Terpecah (kira-kira 930 - 586 SM)
   
      Kejayaan kerajaan Israel berakhir setelah pemerintahan raja
      Salomo, karena kemudian kerajaan ini mulai pecah dan runtuh
      sedikit demi sedikit dan akhirnya hancur karena kejahatan mereka
      di mata Tuhan dan penyembahan-penyembahan mereka kepada patung-
      patung berhala.

      Karena janji dan kesetiaan Tuhan pada bangsa ini maka tak henti-
      hentinya Tuhan berbicara dengan mengirimkan utusan-utusan-Nya.
      Pada jaman ini beberapa nabi dibangkitkan Tuhan untuk
      menyampaikan Firman-Nya kepada raja dan rakyat dari kedua
      kerajaan yang pecah ini. (Daftar nabi-nabi dapat dilihat di
      bahan Referensi).

   g. Jaman pembuangan di Babel dan kembali ke tanah Israel (kira-kira
      587 B.C).
   
      Periode pertama jaman ini adalah masa yang sulit bagi bangsa
      Israel. Mereka berkali-kali jatuh ke tangan bangsa lain, dijajah
      dan ditindas, bahkan mereka sempat dibuang ke tanah asing untuk
      menjadi bangsa tawanan. Hal ini Tuhan ijinkan terjadi karena
      Tuhan sedang menghukum bangsa Israel atas dosa dan kejahatan
      mereka dengan harapan supaya mereka mengoreksi diri lalu
      berbalik kepada Tuhan.

      Pada saat yang sama Tuhan juga mengirimkan nabi-nabi-Nya untuk
      berbicara tentang janji kesetiaan Tuhan bahwa Tuhan tidak
      akan meninggalkan mereka asal mereka mau berbalik dan mentaati
      perintah Tuhan. (Daftar nabi-nabi dapat dilihat di bahan
      Referensi).

      Di tanah pembuangan inilah bangsa Yahudi dan Yudaisme
      dilahirkan. Orang-orang yang Tuhan pakai, seperti Ezra dan
      Nehemia, berhasil memimpin bangsa ini untuk kembali menegakkan
      "monotheisme" dan menghargai Firman Tuhan yang diajarkan oleh
      nenek moyang dari generasi-generasi sebelumnya, termasuk di
      dalamnya adalah Hukum Taurat sebagai pusat pengajaran mereka.

      Periode kedua dari jaman ini adalah kembalinya bangsa Yahudi ke
      tanah Palestina yaitu setelah tahun 539 SM, ketika Raja Koresy
      dari Persia menaklukkan Babel dan bangsa Israel pulang ke tempat
      asal dan membangun bangsa dan tempat ibadah mereka kembali.

      - Rombongan pertama dipimpin oleh seorang yang bernama Sesbazar
        (Ezra 1:11; 5:14) 538 SM dimana fondasi Bait Suci diletakkan.
      - Rombongan kedua dipimpin oleh Hagai dan Zakharia 520 SM
        berjumlah 42.360 orang (Ezra 2:64). Bait Suci selesai
        dibangun.
      - Tahun 458 SM ada pengutusan dilakukan oleh Ezra beserta
        serombongan besar orang Yahudi (Ezra 7:1-7) dan tahun 445 SM
        Nehemia datang ke Yerusalem menyelesaikan pembangunannya.

   Pada akhir sejarah Perjanjian Lama kita ketahui bahwa orang-orang
   Yahudi yang pulang ke tanah air mereka memiliki komitmen untuk
   menjunjung tinggi Hukum Taurat dan tempat ibadah Bait Suci karena
   mereka memiliki keyakinan yang teguh bahwa merekalah umat pilihan
   Allah. Sampai pada permulaan sejarah Perjanjian Baru kita masih
   melihat bahwa bangsa dan agama Yahudi berkembang terus dengan
   subur.


>>-------------------- Akhir Pelajaran (PPL-P03)--------------------<<

* DOA *
-------

"Allah yang hidup, kami bersyukur bahwa Engkau selalu setia sekalipun
kami sering tidak setia. KesetiaanMu dan janjiMu adalah jaminan bagi
kami untuk tetap hidup dan layak disebut sebagai anak-anak Allah."
Amin.


[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]

----------------------------------------------------------------------
PESTA ======Pendidikan Elektronik Studi Teologia Kaum Awam====== PESTA







Nama Kursus    : PENGANTAR PERJANJIAN LAMA
Nama Pelajaran : Budaya Perjanjian Lama
Kode Pelajaran : PPL-P04


                Pelajaran 04 - BUDAYA PERJANJIAN LAMA

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Daftar Isi 
----------

1. Struktur Masyarakat PL
   a. Keluarga
      Lembaga Pernikahan
      1) Suami
      2) Istri
      3) Anak-anak
   b. Anggota Masyarakat lain
2. Kehidupan Ibadah PL
3. Sistem Pendidikan PL


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

                       BUDAYA PERJANJIAN LAMA
                       ======================

Membicarakan tentang sosio-budaya PL adalah sangat luas, oleh karena
itu dalam pelajaran ini pembahasan akan dibatasi hanya pada struktur
masyarakat, kehidupan ibadah, dan sistem pendidikan masa PL.

1. STRUKTUR MASYARAKAT PERJANJIAN LAMA
   -----------------------------------
  
   KELUARGA adalah unit utama dalam struktur masyarakat PL, karena
   memang sejak dari semula Allah memulai rencana penebusan-Nya
   melalui satu keluarga, yaitu keluarga Abraham. Dan melalui keluarga
   Abraham inilah Allah memanggil keluar umat-Nya untuk membina suatu
   hubungan yang istimewa dengan Dia, yang dikokohkan dengan membuat
   suatu Perjanjian (Covenant). Itu sebabnya anggota yang termasuk
   dalam Perjanjian ini adalah mereka yang disebut sebagai "keturunan"
   (secara jasmani) Abraham - dan selanjutnya keturunan Ishak dan
   Yakub (Im. 26:42,45). Kata "keturunan" ini (Ibr. 'ab' artinya
   bapak) muncul seribu dua ratus kali dalam PL. Konsep "keturunan"
   secara fisik sangat penting bagi bangsa Israel, karena disitulah
   ikatan keanggotaan dalam Perjanjian didasarkan. Oleh sebab itu
   tidak heran jika banyak sekali ditemui catatan silsilah dalam
   Alkitab, termasuk dalam kitab-kitab PB (Mat. 1 dan Luk. 3). Jika
   mereka termasuk dalam silsilah itu maka mereka memiliki hak sebagai
   anggota masyarakat Yahudi yang terikat dalam hubungan Perjanjian
   dengan Allah.

   a. Keluarga

   Dasar pelembagaan keluarga diletakkan oleh Allah sendiri dalam Kej.
   2, sebagai kesatuan ikatan yang permanen antara seorang laki-laki
   dan seorang perempuan. Istilah Ibrani yang dipakai untuk keluarga
   adalah 'misphahah' dan 'bayit' yang arti harafiahnya adalah "rumah"
   (bhs. Inggris 'household' atau dalam bhs. Indonesia lebih tepat
   "rumah tangga") yaitu diartikan sebagai mereka yang tinggal dalam
   satu atap rumah. Namun demikian, dalam PL sering kali keluarga
   bukan hanya terdiri dari suami, istri dan anak-anak, karena
   (tergantung dari konteksnya) yang dimaksud keluarga dalam PL lebih
   cenderung sebagai perluasan keluarga, yaitu suami, istri, anak-anak
   (sampai dua/tiga generasi), budak-budaknya dan termasuk juga
   keluarga dekat lain yang tinggal bersama, bahkan kadang seluruh
   suku juga disebut sebagai satu keluarga (1 Taw.13:14).

   Lembaga Perkawinan
   ------------------
  
   Ikatan permanen antara seorang laki-laki dan seorang perempuan
   dalam perkawinan yang diresmikan oleh Allah sendiri sebelum
   kejatuhan manusia dalam dosa (Kej. 1:26-27). Perkawinan dalam PL
   diterima sebagai suatu norma umum (tidak ada kata "bujangan" dalam
   bahasa Ibrani). Ketika Allah memberikan Hawa kepada Adam,
   dikatakan, "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari
   dagingku" (Kej. 2:23) sebagai pengakuan Adam akan keserupaan dan
   kesepadanannya dengan Hawa. Hubungan permanen perkawinan/pernikahan
   yang harmonis yang diciptakan oleh Allah ini rusak setelah manusia
   jatuh dalam dosa. Dan sejak itu, institusi pernikahan menjadi kabur
   dan akibatnya manusia lebih cenderung untuk merusak daripada
   mempertahankannya. Dalam seluruh PL ada ditunjukkan bentuk-bentuk
   penyelewengan pernikahan yang dilakukan oleh nenek moyang bangsa
   Israel, misalnya dalam praktek-praktek poligami dan perceraian
   (Baca Referensi 1 - Poligami dan Perceraian PL).

   1) Suami
  
      Dalam masyarakat PL, suami mempunyai kedudukan sebagai "tuan"
      yang memerintah atas istri dan anak-anak dan keluarga anak-
      anaknya, juga seluruh anggota keluarga yang lain dan budak-
      budaknya. Tapi pada sisi yang lain, suami juga menjadi
      penangungjawab atas semua tindakan yang dilakukan oleh seluruh
      anggota keluarganya. Oleh karena itu tidak jarang kepala
      keluarga akan menanggung hinaan, bahkan hukuman, untuk tindakan
      yang dilakukan oleh anak-anaknya (keluarganya). Suami juga
      mempunyai tanggungjawab untuk mencarikan istri/suami bagi anak-
      anaknya. Untuk itu ia harus paham betul hal-hal apa yang boleh
      dan tidak boleh dilakukan sehubungan dengan pernikahan menurut
      hukum bangsa Israel (Im. 18; Ul. 7; 20). Silsilah keluarga PL
      diurutkan dengan mengikuti keturunan dari suami, karena suamilah
      yang memberi identitas dan nama bagi keluarganya. Itu sebabnya
      dalam hukum Israel disebutkan berbagai peraturan untuk
      melindungi kelangsungan keluarga (Im. 25:47-49; Yer. 32:68; Ruth
      2,3,4).

      Suami PL juga mempunyai fungsi sebagai imam bagi keluarganya. Ia
      diharapkan memimpin seluruh keluarganya dalam mengikuti
      perayaan-perayaan keagamaan Yahudi. Seluruh tanggungjawab
      pendidikan anak-anak, khususnya anaknya laki-laki juga ada di
      tangannya. Sebagai negara yang dikelilingi oleh bangsa-bangsa
      kafir, tugas ini merupakan tugas yang tidak ringan.

   2) Istri
     
      Sekalipun kelihatannya tanggungjawab suami lebih besar, namun
      tidak berarti bahwa istri PL pasif. Amsal 31 menceritakan secara
      panjang lebar tentang tugas-tugas seorang istri yang berbudi dan
      ideal. Dari tugas yang begitu banyak itu, tugas utama istri
      adalah untuk menghasilkan keturunan. Tapi itu bukan berarti
      tugas satu-satunya. Dari Amsal 31 dapat diambil kesimpulan bahwa
      istri PL tidak hanya melakukan tugas yang sehubungan dengan
      anak-anak dan rumah saja, Alkitab pada dasarnya memberikan
      tanggung-jawab yang besar bagi istri PL untuk menguasai bidang-
      bidang lain di luar rumahnya. Dalam peristiwa-peristiwa khusus,
      PL juga mencatat istri-istri menjalankan tugas-tugas yang tidak
      lazim dilakukan dalam budaya Israel, mis. memimpin perang
      (Debora), menjadi nabi (Miryam), bertindak untuk suami
      (Abigail), dll.

      Dalam perkawinan Yahudi, istri dengan kerelaan menundukkan diri
      di bawah suaminya dan mengambil kedudukan sebagai "penolong"
      (Kej, 2:18). Setelah melahirkan anak mereka akan menyusui anak-
      anaknya sampai usia dua atau tiga tahun. Pendidikan anak sampai
      usia lima tahun adalah tanggung jawab ibu, namun kemudian anak
      laki-laki akan dididik oleh ayahnya, sedangkan anak perempuan
      akan diajar oleh ibunya bagaimana menjadi seorang istri dan ibu
      yang sukses. Kesuksesan istri menjalankan keluarga seringkali
      menjadi ukuran bagaimana suami Yahudi akan dihormati di antara
      para pemimpin Israel.

   3) Anak-anak
     
      Anak-anak adalah berkat dari Tuhan, buah yang diharapkan dari
      perkawinan. Itu sebabnya keluarga PL selalu mengharapkan sebuah
      keluarga yang besar. Merupakan suatu dukacita dan aib bagi
      keluarga PL yang tidak dikaruniai anak, seperti peristiwa yang
      menimpa Sara dan Hana. Sebaliknya banyak puji-pujian yang
      ditujukan bagi wanita yang melahirkan banyak anak (Maz. 128).

      Anak dalam PL diterima sebagai anggota masyarakat Israel secara
      penuh. Oleh karena itu tanggungjawab memelihara dan mendidik
      mereka adalah juga tanggungjawab masyarakat, selain tentu saja
      keluarganya. Ul. 6:4-9 merupakan perintah langsung dari Tuhan
      akan pentingnya pendidikan anak, untuk itu yang harus
      diperhatikan adalah:
     
      1) Orang tua yang mengasihi Tuhan dan menyimpan Firman Tuhan
         dalam hatinya menjadi teladan bagi anak-anaknya (ay. 4-6).
      2) Firman Tuhan harus menjadi percakapan utama dalam keluarga
         supaya tertanam dalam diri anak-anak (ay. 7).
      3) Firman Tuhan harus dilahirkan dalam tingkah laku sehari-hari
         (ay. 7-9).

      Anak laki-laki dalam keluarga Yahudi adalah tumpuan harapan bagi
      pemeliharaan masa tua orang tuanya, yaitu supaya mereka mendapat
      penguburan yang layak. Anak sulung dalam keluarga Yahudi, baik
      laki-laki maupun perempuan, mendapat tempat yang istimewa.
      Sepanjang hidupnya ia akan dituntut untuk memiliki tanggung
      jawab yang lebih besar atas tindakannya dan tindakan saudara-
      saudaranya yang lain. Apabila orang tuanya mati, anak sulung
      akan mendapat bagian warisan dua kali lipat. Jika ayahnya tidak
      memiliki anak laki-laki maka anak perempuan akan mewarisi
      seluruh harta ayahnya jika ia menikah dengan kaum keluarganya
      sendiri. Dibandingkan dengan bangsa-bangsa tetangga Israel, anak
      perempuan Yahudi mendapatkan perlakukan yang jauh lebih baik.

      Anak perempuan Yahudi diijinkan menikah sesudah usia 12 tahun.
      Pada usia itu diharapkan ia telah mempelajari semua kecakapan
      mengurus rumah tangga dan bagaimana menjadi istri dan ibu yang
      baik. Sebelum menikah maka ayahnya memiliki hak penuh atas
      putrinya. Ayah jugalah yang bertanggungjawab mencarikan suami
      bagi putrinya. Sesudah menikah maka ibu mertuanya akan mengambil
      alih pendidikan selanjutnya. Apabila karena sesuatu hal suaminya
      mati, maka ia akan dinikahkan dengan saudara laki-laki dari
      suaminya untuk menyelamatkan garis keturunan keluarganya. Namun
      jika suaminya tidak memiliki saudara laki-laki lain yang dapat
      menikahinya, maka seringkali ia akan kembali ke rumah ayahnya
      lagi (contoh kasus Ruth dalam keluarga Naomi).

   b. Strata Dalam Masyarakat PL

   Sekalipun tidak ditonjolkan, ada perbedaan klas-klas dalam
   masyarakat PL, khususnya setelah jaman kerajaan terbentuk.
   Perbedaan antara mereka yang kaya dan miskin menjadi sangat nyata.
   Beberapa orang mendapat penghasilan dari tanah yang berlebihan dan
   akhirnya menjadi kaya. Tapi ada juga yang karena melakukan praktik-
   praktik yang tidak adil sehingga menekan pihak lain untuk
   mendapatkan keuntungan, sehingga mereka yang tidak diuntungkan
   menjadi miskin. Berikut ini adalah perbedaan strata dalam
   masyarakat PL secara umum:

   1) Kelompok masyarakat yang berpengaruh  
      Mereka adalah para tua-tua agama dan kepala rumah tangga.
      Setelah jaman kerajaan, muncul kelompok yang disebut sebagai
      para pemuka, yaitu pembantu-pembantu raja dan juga para
      pahlawan.
  
   2) Penduduk asli setempat
      Mereka yang memiliki tanah dan tinggal sebagai penduduk asli di
      Palestina.
  
   3) Penduduk asing  
      Mereka adalah pendatang dan orang bebas (bukan budak) tetapi
      tidak memiliki hak penuh sebagai warganegara Palestina.
  
   4) Pekerja upahan
      Mereka tidak memiliki tanah, hidup sebagai tenaga upahan.
  
   5) Pedagang
      Mereka adalah orang-orang asing yang datang untuk berdagang.
  
   6) Budak-budak
      Mereka bukan hanya orang Israel saja (yang miskin), tetapi juga
      pendatang asing yang hidup sebagai tawanan perang. Perbudakan
      adalah salah satu kebiasaan cara hidup pada masa PL (Baca
      Referensi 2 - Perbudakan).


2. SISTEM IBADAH PL
   ----------------

   Israel dikelilingi oleh bangsa-bangsa tetangga yang tidak mengenal
   Allah (kafir). Itu sebabnya Allah berkali-kali harus mengingatkan
   bangsa Israel untuk tidak mengikuti kebiasaan peribadahan bangsa-
   bangsa tsb. Namun demikian telah berulang kali terjadi bangsa
   Israel tidak taat dan selalu jatuh pada dosa yang sangat dibenci
   Allah yaitu menyembah kepada ilah yang lain. Tidak jarang Tuhan
   menghukum mereka, bahkan dengan menyerahkan mereka untuk dikalahkan
   dan dijajah oleh bangsa-bangsa lain. Cara-cara beribadah
   bagaimanakah yang diikuti bangsa Israel sehingga membuat Allah
   Yahweh murka dan menghukum mereka?

   Berikut ini adalah beberapa karakteristik penyembahan agama kafir:

   a. Mereka memiliki banyak tuhan (dewa), karena kebanyakan agama
      kafir adalah politheistik.
   b. Mereka menyembah kepada patung-patung, atau gambaran-gambaran
      yang menyerupai binatang, manusia atau benda-benda lain sebagai
      simbol akan allah mereka.
   c. Keselamatan adalah usaha manusia untuk melepaskan diri dari
      kecenderungan berbuat dosa.
   d. Mereka percaya bahwa persembahan-persembahan yang mereka bawa
      kepada ilah-ilah mereka dapat memberikan kekuatan gaib yang
      akan menghindarkan mereka dari kecelakaan atau bahaya.

   Dibandingkan dengan penyembahan yang dilakukan oleh bangsa Israel
   kepada Allah Yahweh, Israel sendiri sebenarnya mempunyai cara-cara
   ritual yang telah dipelihara sejak masa Adam dan Hawa; juga Kain
   dan Habel. Dari contoh-contoh itu jelas bahwa Allah menerima
   penyembahan manusia (Kej. 4:6). Tidak dikatakan dengan jelas oleh
   Alkitab mengapa mereka harus memberikan korban persembahan, tapi
   dari konteks Kejadian 4, terlihat bahwa persembahan itu diberikan
   sebagai ucapan syukur atas pemeliharaan Tuhan yang disertai dengan
   harapan bahwa Allah akan senantiasa memelihara mereka di hari-hari
   kemudian. Tetapi Alkitab juga tidak menjelaskan mengapa Allah
   menerima persembahan Habel tetapi Kain tidak. Tapi inilah pertama
   kali disebutkan dalam Alkitab korban persembahan memakai binatang.
   Dan sejak itu persembahan binatang dipakai sebagai korban bakaran
   untuk menjadi salah satu tata upacara yang dilakukan dalam ibadah.

   Pada masa Musa penyembahan kepada Allah tidak lagi dilakukan di
   tanah terbuka, tapi di kemah pertemuan Bait Suci, sedangkan
   penjelasan secara lengkap diberikan dalam Kel. 27:1-3, sesuai
   perintah yang diterima Musa dari Allah, dan Musa sendiri bertindak
   sebagai imam, menjadi perantara antara Allah dan umat Israel. Pada
   masa iman-iman, bangsa Israel telah memiliki kelompok imam yang
   dipilih dari keturunan keluarga Harun, suku Lewi, yang bertugas
   untuk mengatur tata ibadah kepada Allah. Kitab Imamat mencatat
   berbagai macam peraturan tata ibadah bagi bangsa Israel. Tidak
   selalu bangsa Israel melakukan ibadah yang benar, karena ibadah
   yang sejati bukanlah tergantung dari tempat dan tata caranya tetapi
   dari sikap hati yang benar. Tapi sering kali bangsa Israel tidak
   memiliki hati yang tertuju kepada Tuhan, sehingga tata ibadahpun
   tidak ada gunanya.

   Ketika akhirnya bangsa Israel dihukum karena telah meninggalkan
   Tuhan, dan Tuhan menyerahkan mereka sebagai tawanan kepada bangsa-
   bangsa lain, barulah bangsa Israel menyadari betapa pentingnya
   kembali beribadah kepada Tuhan dan memelihara Taurat-Nya. Oleh
   karena itu dalam rangka menyelamatkan kehancuran bangsa ini karena
   tidak lagi hidup sebagai umat Tuhan, maka Ezra, Bapak Yudaisme,
   mulai mengembalikan/membangkitkan kesukaan untuk beribadah dan
   memelihara Firman Tuhan agar bangsa ini boleh berjalan sesuai
   dengan jalan Tuhan. Tetapi karena di tanah pembuangan mereka tidak
   dapat lagi pergi beribadah ke Yerusalem (apalagi Bait Allah di
   Yerusalem telah dihancurkan musuh), maka didirikanlah tempat ibadah
   sinagoge di tanah pembuangan Babel. Di sinilah akhirnya agama
   Yudaisme lahir dan berkembang. Sekalipun di sinagoge mereka tidak
   lagi memberikan korban bakaran seperti di Bait Suci, namun di
   sinagoge ini bangsa Israel belajar Taurat Tuhan dengan teliti dan
   tradisi nenek moyang mereka terpelihara dengan baik sampai dengan
   masa Perjanjian baru.


3. SISTEM PENDIDIKAN PL
   --------------------

   Keluarga menjadi pusat dimana pendidikan diberikan pada masa PL,
   khususnya oleh mereka yang telah berumur. Sumber bijaksana dan
   pengetahuan, dipercaya oleh bangsa Israel, didapatkan dari
   pertambahan umur seseorang. Oleh karena itu orang-orang muda akan
   belajar segala sesuatu dari orang-orang tua (tua-tua) yang ada di
   sekitar mereka. Keluarga memiliki tanggung jawab penuh bagi
   pendidikan anak-anaknya, khususnya pendidikan rohani. Tidak ada
   pilihan untuk mereka menyerahkan pendidikan ini kepada orang lain
   karena alasan kesibukan.

   Seperti telah disebutkan sebelumnya, anak-anak Israel pada usia
   balita dididik oleh ibu mereka. Ketika anak laki-laki cukup besar
   maka ayah akan memperkenalkan mereka pada pekerjaannya sehari-hari,
   dan sejak itu anak akan terus mendengar didikan ayahnya sambil
   bekerja. Sedangkan ibu akan bertanggung jawab terhadap pendidikan
   anak perempuannya, untuk menjadikannya istri dan ibu yang baik.
   Setiap makan malam orang tua akan menggunakan waktu berkumpul
   dengan keluarganya dan mengajarkan nilai-nilai luhur ajaran nenek
   moyang mereka, dengan meminta anak-anak yang terkecil dalam
   keluarga untuk menanyakan apa saja yang dilakukan oleh nenek moyang
   mereka.

   Jika seorang anak Yahudi mendapat didikan dari orang lain selain
   ayahnya sendiri, maka ia juga akan memanggilnya "ayah". Hal pertama
   yang diajarkan kepada mereka adalah pelajaran tentang sejarah
   bangsa Israel, dalam bentuk kredo-kredo dimana inti sari sejarah
   Israel telah diformulakan. Dan untuk itu anak harus menghafal luar
   kepala selama satu tahun. Namun demikian pada dasarnya tidak ada
   sekolah formal pada masa PL. Anak belajar bersama dengan orang
   tuanya dan orang dewasa yang lain dengan terlibat dalam urusan
   kehidupan sehari-hari. Mereka bertanya dan belajar sepanjang
   kehidupan mereka melalui setiap kesempatan yang datang, dan orang
   tua akan selalu siap memberikan penjelasan.


>>-------------------- Akhir Pelajaran (PPL-P04)--------------------<<
                                                  
* DOA *
-------
"Jika bukan karena pemeliharan-Mu, ya Allah, maka tak mungkin kami
dapat memilih cara hidup yang berkenan kepada-Mu. Begitu banyak
godaan, karena dunia sering menawarkan gaya hidup yang kelihatannya
lebih baik, lebih mudah dan lebih menarik, padahal ujungnya
membinasakan. Oleh karena itu, berilah kami hati yang bijaksana agar
kami selalu ingat bahwa Engkaulah junjungan kami, bahwa untuk
Engkaulah kami hidup. Amin!"


[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]

----------------------------------------------------------------------
PESTA ======Pendidikan Elektronik Studi Teologia Kaum Awam====== PESTA









Nama Kursus    : PENGANTAR PERJANJIAN LAMA
Nama Pelajaran : Kanon Alkitab Perjanjian Lama
Kode Pelajaran : PPL-P05


             Pelajaran 05 - KANON ALKITAB PERJANJIAN LAMA

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Daftar Isi
----------

1. Pengertian/Definisi
   a. Arti Etimologis
   b. Arti Figuratif
   c. Arti Teologis
2. Sejarah Kanon PL
3. Pembentukan Kanon PL
   a. Ucapan-ucapan yang Berotoritas
   b. Dokument (Tulisan) yang Berotoritas
   c. Kumpulan Tulisan yang Berotoritas
   d. Kanon yang Ditetapkan
4. Penerimaan Kanon PL
5. Susunan Kanon PL

Doa

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
                    
                     KANON ALKITAB PERJANJIAN LAMA
                     =============================
                    
1. PENGERTIAN/DEFINISI "KANON"
   ---------------------------
  
   Untuk mengerti lebih jelas apa yang dimaksud dengan Kanon Alkitab
   PL, marilah terlebih dahulu kita mempelajari pengertian kata
   "Kanon".

   a. Arti Etimologis
   
      "Kanon" berasal dari kata Yunani 'kanon', artinya "buluh".
      Karena pemakaian buluh dalam kehidupan sehari-hari jaman itu
      adalah untuk mengukur, maka kata "kanon" dipastikan memiliki
      arti harafiah sebagai batang tongkat/kayu pengukur atau
      penggaris. (Yeh. 40:3; 42:16 = tongkat pengukur)

   b. Arti Figuratif
   
      Namun demikian kata "kanon" juga memiliki arti figuratif sebagai
      peraturan atau standard norma (kaidah) dalam hal etika, sastra,
      dsb.

   c. Arti Teologis
  
      Dalam sejarah gereja abad pertama kata "kanon" dipakai untuk
      menunjuk pada peraturan atau pengakuan iman. Tetapi pada
      pertengahan abad keempat (dimulai oleh Athanasius), kata ini
      lebih sering dipakai untuk menunjuk pada Alkitab yang memiliki
      dua arti, yaitu:
     
      1) Daftar naskah kitab-kitab, yang berjumlah 66 kitab, yang
         telah memenuhi standard peraturan-peraturan tertentu, yang
         diterima oleh gereja sebagai kitab kanonik yang diakui
         diinspirasikan oleh Allah.
      2) Kumpulan kitab-kitab, yang berjumlah 66 kitab, yang diterima
         sebagai Firman Tuhan yang tertulis, yang berotoritas penuh
         (menjadi patokan= Gal. 6:16) bagi iman dan kehidupan manusia.

2. SEJARAH KANON PL
   ----------------

   Kanon PL tidak mengalami banyak kesulitan untuk diterima karena
   pada waktu kita-kitab PL itu selesai ditulis, saat itu juga
   langsung diterima sebagai kitab-kitab yang memiliki otoritas yang
   diinspirasikan oleh Allah. Kitab-kitab (yang berupa gulungan-
   gulungan) disimpan bersama-sama dengan Tabut Perjanjian yaitu di
   Kemah Tabernakel dan kemudian dibawa ke Bait Allah. Para imam
   memelihara kitab-kitab itu dan mereka juga yang membuat salinan-
   salinannya apabila diperlukan. Ul. 17:18; 31:9; 24:26; 1 Sam.
   10:25; 2 Raj. 22:8; 2 Taw. 34:14

   Pada waktu bangsa Yahudi dibuang ke tanah Babel, dan Yerusalem
   dihancurkan pada tahun 587 SM, kitab-kitab itu dibawa bersama-sama
   ke tanah pembuangan (Dan. 9:2). Pusat ibadah mereka kini bukan lagi
   Bait Allah di Yerusalem, tetapi beralih kepada kitab-kitab yang
   berotoritas itu. Setelah pembangunan kembali Bait Allah, kitab-
   kitab itupun tetap dipelihara dan dipindahkan ke tempat yang baru.
   (Ezr. 7:6; Neh. 8:1; Yer. 27:21-22).

   Penyusunan seluruh kitab-kitab PL selesai pada tahun 430SM. Menurut
   tradisi diakui bahwa imam Ezralah yang memainkan peranan penting
   dalam proses pengumpulan dan penyusunan kitab-kitab PL ini. Selain
   kitab-kitab Pentateuk (Kejadian sampai Ulangan) yang sangat
   dihargai, kitab-kitab para nabi juga biasa dibaca dalam ibadah
   Yahudi (di sinagoge), juga pada waktu jaman PB (Luk. 4:16-19).

   Pada tahun 90M para ahli Taurat dan pemimpin bangsa Yahudi
   melakukan persidangan di Yamnia. Salah satu keputusan yang diambil
   dalam persidangan itu adalah penerimaan Kanon PL, yaitu 39 kitab
   sebagai Kanon Alkitab PL (seperti yang kita pakai sekarang). Jadi
   penetapan itu sebenarnya hanya memberikan pengakuan akan kitab-
   kitab yang memang sudah lama dipakai dalam ibadah orang Yahudi.


3. Pembentukan Kanon PL
   --------------------
  
   Seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa pada umumnya kitab-kitab
   PL langsung diterima sebagai kitab yang berotoritas. Namun demikian
   bukan berarti tidak ada proses pembentukan sampai akhirnya kitab-
   kitab itu dikanonkan. Paling tidak ada 4 tahap yang dikenal dalam
   proses pembentukan kanon kitab PL:

   a. Ucapan-ucapan yang Berotoritas
   
   Prinsip pengkanonan kitab dimulai ketika bgs. Israel menerima 10
   perintah/hukum-hukum dari Tuhan melalui Musa di gunung Sinai.
   Perintah-perintah itu disampaikan kepada Musa sebagai perkataan
   (ucapan) Tuhan yang memiliki otoritas penuh. Dan umat Tuhan yang
   menerima Perintah-perintah itu wajib tunduk kepada wewenangnya,
   bahkan generasi-generasi berikutnya juga tunduk pada otoritas
   Perkataan Tuhan itu.

   b. Dokumen (Tertulis) yang Berotoritas
     
   Agar Perintah/Perkataan Tuhan itu menjadi warisan yang akan
   menuntun generasi-generasi berikutnya, maka Musa secara teliti
   menjabarkannya (memberikan tambahan penjelasan) dalam bentuk
   tulisan (Kel. 24:3), lalu umat Lewi diperintahkan untuk menyimpan
   tulisan/dokumen itu di samping Tabut Perjanjian Allah (Ul. 31:24-
   26). Demikian juga dengan perkataan-perkataan Tuhan lain yang Tuhan
   sampaikan sepanjang sejarah bangsa Israel melalui nabi-nabi-Nya,
   Tuhan seringkali memerintahkan agar apa yang Tuhan ucapkan itu
   dituliskan untuk menjadi peringatan bagi umat-Nya. (Ul. 31:19, Yes.
   30:2; Hos. 2:2). Tulisan-tulisan itu menjadi dokumen-dokumen yang
   sangat berotoritas, karena di sanalah bangsa Israel telah diikat
   dalam perjanjian (covenant) dengan Allah sebagai bangsa umat
   pilihan-Nya.

   c. Kumpulan Tulisan yang Berotoritas

   Menurut tradisi, selama ratusan tahun, tulisan/dokumen-dokumen yang
   berotoritas itu dikumpulkan sebagai kitab-kitab Ibrani, yang dibagi
   menjadi 3 kelompok, yaitu:

   1)  Kitab-kitab Hukum (5 Kitab Pentateuk)
   2)  Kitab-kitab Nabi-nabi (Nabi Besar dan Nabi Kecil)
   3)  Kitab-kitab Mazmur/Ucapan Bijaksana (Mazmur, Amsal, dll.)
     
   Pengelompokan ini mungkin sekaligus menunjukkan bagaimana tahap-
   tahap pembentukan kanon itu terjadi, sesuai dgn. pokok bahasannya.
   Namun demikian prosedur penyortiran tulisan-tulisan itu memang
   tidak jelas. Yang dapat diketahui hanyalah bahwa para pemuka agama
   Yahudi dengan dipimpin oleh Roh Allah menyepakati pilihan kumpulan
   tulisan itu sebagai tulisan-tulisan yang berotoritas yang harus
   diterima oleh seluruh umat.

   d. Kanon yang Diresmikan
     
   Sebagian besar Tulisan-tulisan yang berotoritas (yang sudah
   dikelompokkan di atas) telah ditulis dan dikumpulkan sesudah masa
   Pembuangan yaitu kira-kira thn. 550 SM (sebelum Masehi). Namun
   Pengesahan pengelompokan "Kanon Ibrani" itu dikenal baru sesudah
   thn. 150 SM. Kemungkinan besar Kanon inilah yang juga dikenal oleh
   masyarakat Yahudi pada jaman Yesus, karena Yesus menyebutkan:
   "dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur"
   (Luk. 24:44).
     
   Suatu Konsili di Yamnia pada thn. 90 M, yang dihadiri oleh tokoh-
   tokoh utama agama Yahudi (rabi), melalui suatu konsensus bersama,
   akhirnya memberikan penetapan terhadap Kanon PL yang terdiri dari
   39 kitab (sama dengan yang dimiliki dalam Alkitab agama Kristen).

4. PENERIMAAN KANON PL
   -------------------

   Istilah penerimaan Kanon PL lebih disukai dari pada penetapan Kanon
   PL, karena memang pada dasarnya manusia/gereja hanya menerima
   kitab-kitab PL tsb. sebagai tulisan-tulisan yang berotoritas.
   Adapun dasar penerimaan "Kanon PL" adalah sbb.:

   a. Adanya bukti dari dalam Alkitab sendiri.
  
   Alkitab memberikan kesaksian bahwa perkataan-perkataan yang ditulis
   bukan berasal dari manusia, seperti dikatakan: "Beginilah Firman
   Tuhan......" atau "Tuhan berkata....."
  
   b. Ditulis oleh orang-orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Allah.
  
   Pada umumnya penulis-penulis kitab PL adalah mereka yang ditunjuk
   oleh Allah dan menduduki jabatan seperti imam, nabi, hakim, dan
   raja.
  
   c. Pengaruh kuasa Allah dalam tulisan-tulisannya.
  
   Perkataan ilahi yang dituliskan mempunyai kuasa untuk memberikan
   pengajaran kebenaran yang mengubah hidup manusia.

   d. Adanya bukti tentang keaslian naskah dan tulisannya.
  
   Bukti-bukti arkeologi memberikan dukungan akan keotentikannya.
     
   e. Secara aklamasi diterima oleh umat Allah secara luas.
  
   Otoritas tulisan tsb. diakui oleh para pemimpin masyarakat
   keagamaan Ibrani melalui pimpinan Roh Allah.


5. SUSUNAN KANON KITAB PL
   ----------------------

   (Dapat dilihat di Referensi 2 [PPL-R05])


>>-------------------- Akhir Pelajaran (PPL-P05)--------------------<<

* DOA *
-------
"Firman-Mu adalah harta yang paling berharga bagi jiwaku. Sungguh
indah aku boleh melihat bagaimana Firman-Mu itu Engkau turunkan kepada
manusia. Sekali lagi aku boleh menyaksikan kesetiaan dan kasih-Mu
kepada manusia yang berdosa ini. Hanya dengan Firman-Mulah maka aku
akan dapat belajar untuk hidup lebih dekat kepada-Mu. Aku bersyukur
Tuhan karena hanya dekat dengan-Mu, hatiku mendapat kelegaan." Amin


[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]

----------------------------------------------------------------------
PESTA ======Pendidikan Elektronik Studi Teologia Kaum Awam====== PESTA







Nama Kursus    : PENGANTAR PERJANJIAN LAMA
Nama Pelajaran : Hubungan Perjanjian Lama Dan Perjanjian Baru
Kode Pelajaran : PPL-P06


     Pelajaran 06 - HUBUNGAN PERJANJIAN LAMA DAN PERJANJIAN BARU

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Daftar Isi
----------

1. Perbedaan dan Persamaan antara PL dan PB
   a. Perbedaan antara PL dan PB
   b. Persamaan antara PL dan PB
2. Perjanjian Lama adalah Bagian dari Seluruh Kebenaran Alkitab
3. Perjanjian Lama adalah Bayang-bayang dari apa yang akan datang (PB)
4. Yesus Kristus adalah Puncak dari Berita PL dan PB

Doa

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

             HUBUNGAN PERJANJIAN LAMA DAN PERJANJIAN BARU
             ============================================
            
Satu pertanyaan penting akan timbul ketika kita mulai mempelajari
Alkitab Perjanjian Lama secara serius, yaitu apa hubungan Perjanjian
Lama (PL) dengan Perjanjian Baru (PB)? Memang PL adalah bagian dari
Alkitab, yang berotoritas, namun bagaimana menempatkannya dalam
KESELURUHAN KEBENARAN Firman Tuhan? Apakah PL dan PB mempunyai nilai
dan arti yang sama? Hal ini bisa membingungkan, karena seringkali
peranan PL dalam iman dan kehidupan tidak begitu ditekankan dan
dipahami oleh gereja. Sebaliknya PB kelihatan lebih sering ditonjolkan
karena dianggap maksud-maksud Allah bagi gereja-Nya lebih nyata diungkapkan di sana.

Meskipun alasan di atas tidak seluruhnya salah, namun sangat tidak
tepat kalau kita hanya mendasarkan diri pada pengetahuan PB saja untuk
mengerti KESELURUHAN KEBENARAN Alkitab, karena pengenalan tentang
Allah dalam Alkitab dimulai dari PL. Oleh karena itu dalam pelajaran
ini kita akan secara khusus melihat hubungan antara PL dan PB, supaya
dalam mempelajari Alkitab kita mengerti sistematika keutuhan kebenaran
berita Alkitab.

1. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ANTARA PL DAN PB
   ----------------------------------------

   a. Perbedaan antara PL dan PB

   Apakah ada perbedaan antara PL dan PB? Ya ada, tetapi ketika kita
   membicarakan tentang perbedaan PL dan PB, perlu dimengerti bahwa
   perbedaan di sini bukan berarti adanya pertentangan. Kita melihat
   ada perbedaan dalam hal jangkauan dan keluasan pembahasan antara PL
   dan PB, namun demikian hal-hal tsb. tidak saling bertentangan.
     
      Misalnya:
      - PL bercerita tentang hubungan Allah dengan bangsa Israel,
        tetapi PB lebih banyak bercerita tentang hubungan Allah
        (melalui Yesus dan Para Rasul) dengan jemaat-Nya (gereja-Nya).
      - PL menolong kita mengerti sifat-sifat Allah yang suci, adil
        dan benar, tetapi PB lebih menekankan kepada sifat-sifat Allah
        yang kasih, sabar dan pemurah.
      - PL memberikan panggilan keselamatan dari satu orang (Abraham)
        kepada satu bangsa (Israel). Tetapi PB memberikan panggilan
        keselamatan dari satu bangsa (Israel) kepada bangsa-bangsa
        lain.
      - PL memberikan gambaran penebusan dosa melalui korban bakaran
        yang tidak sempurna karena harus dilakukan berkali-kali,
        tetapi PB memberikan aplikasi penebusan yang sempurna dalam
        Yesus Kristus, yang dilakukan sekali dan untuk selama-lamanya.
         
   b. Persamaan antara PL dan PB

   Persamaan antara PL dan PB tidak dimaksudkan untuk mensejajarkan
   kedudukan dan nilai antara PL dan PB, namun persamaan di sini untuk
   menyatakan bahwa tidak ada pertentangan antara PL dan PB.
   Sebaliknya kita melihat bahwa PL dan PB adalah dua perjanjian yang
   kebenarannya saling menguatkan satu dengan yang lain.

      Misalnya:
      - PL percaya pada Allah sebagai Pencipta alam semesta dan isinya
        demikian juga PB.
      - PL menceritakan tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa, PB
        menegaskan bahwa dosa telah menguasai manusia.       
      - PL mencatat bagaimana Allah menyatakan Diri-Nya dan kehendak-
        Nya dan PB secara konsisten melihat penyataan Diri Allah itu
        secara lebih luas dan lengkap.       
      - PL melihat bayang-bayang janji keselamatan, PB melihat fakta
        janji keselamatan itu dengan jelas.
      - PL membicarakan nubuat Mesias yang akan datang sedangkan PB
        menggenapkan nubuat datangnya Mesias di dalam Yesus Kristus.

2. PERJANJIAN LAMA ADALAH BAGIAN DARI KESELURUHAN KEBENARAN ALKITAB
   ----------------------------------------------------------------  

   Untuk mengerti hubungan antara PL dan PB, perlu terlebih dahulu
   dipahami bahwa PL dan PB adalah satu kesatuan yang tidak dapat
   dipisahkan. PL dan PB yang berdiri sendiri adalah seperti satu
   bagian cerita yang belum selesai atau seperti satu pembahasan yang
   tidak memiliki kesimpulan (konklusi). Namun demikian PL adalah
   sepenuhnya Firman Allah yang berisi penyataan Allah tentang Diri-
   Nya dan rencana-Nya dan yang secara progresif terus menerus
   dibukakan menjadi lebih dalam dan lebih lengkap sampai kepada
   puncaknya yaitu ketika Ia menyatakan Diri-Nya dalam Yesus Kristus
   di PB. Oleh karena itu sebagai Penyataan Allah yang progresif, baik
   PL dan PB adalah Firman Allah dan masing-masing adalah bagian dari
   Kebenaran Allah. Namun demikian bagian bukanlah keseluruhan.
   Masing-masing bagian tidak lengkap tanpa bagian yang lain. PB jelas
   tidak lengkap tanpa PL. Ketergantungan PB pada PL ditunjukkan
   bahkan dari pertama halaman kitab PB dimulai, yaitu Mat. 1:1
   "Inilah silsilah Yesus...." Seluruh urutan dan nama-nama dalam
   silsilah Tuhan Yesus tsb. hanya akan dipahami kalau kita terlebih
   dahulu mempelajari PL.
  
3. PERJANJIAN LAMA ADALAH BAYANG-BAYANG DARI APA YANG AKAN DATANG (PB)
   -------------------------------------------------------------------

   Seperti telah dibahas pada pelajaran sebelumnya bahwa dalam PL
   Allah telah menyatakan tentang Diri-Nya dan rencana-Nya kepada
   manusia melalui sejarah bangsa Israel. Dari bagaimana Allah
   berhubungan dengan bangsa Israel kita bisa memahami sifat-sifat
   Allah. Juga dari hal-hal yang Allah nyatakan kita melihat kerinduan
   dan rencana Allah untuk memanggil bangsa Israel dan bangsa-bangsa
   lain untuk kembali kepada-Nya dan bersekutu dengan-Nya. Namun
   demikian tidak mudah memahami secara penuh PL, baik yang
   menceritakan sifat-sifat, kerinduan atau rencana Allah, karena PL
   banyak sekali dipenuhi dengan simbol-simbol, gambaran-gambaran dan
   nubuatan-nubuatan yang tidak dapat secara langsung dimengerti
   maksudnya. Banyak dari simbol-simbol, gambaran-gambaran, nubuatan-
   nubuatan, dan hukum-hukum dan upacara-upacara yang ditujukan
   sebagai janji dan menjadi bayang-bayang untuk hal-hal yang akan
   Allah lakukan dan genapi di masa yang Perjanjian Baru (Ibr. 10:1).
   Oleh karena itu untuk mengerti hal-hal yang Allah nyatakan dalam PL
   kita perlu sekali mendapatkan penerangan dari PB. Tanpa diterangi
   oleh PB, maka PL akan selamanya menjadi kitab-kitab yang misterius
   yang tidak akan dipahami beritanya.
     
4. YESUS KRISTUS ADALAH PUNCAK DARI BERITA PL DAN PB
   -------------------------------------------------

   Kemanakah sebenarnya PL ingin memimpin pembacanya? Kepada Kristus!
   Kristus adalah puncak berita yang ingin disampaikan oleh Alkitab,
   karena Ia adalah Pengantara bagi Perjanjian yang baru (Ibr. 9:15).
   Seluruh rangkaian peristiwa PL, juga termasuk pengajaran-pengajaran
   hukum dan nubuatan-nubuatan yang disampaikan oleh para nabi-nabi
   PL, semuanya itu (baik secara langsung maupun tidak langsung)
   menunjuk kepada gambaran akan kedatangan, hidup dan misi Kristus di
   dunia ini, yaitu melaksanakan rencana keselamatan Allah kepada
   manusia.   

   Bukti-bukti Alkitab
   -------------------

   a. Yesus adalah pusat dari sejarah PL

   Ketika berjalan dengan dua murid di jalan Emaus, Lukas mencatat
   bahwa "Ia (Yesus) menjelaskan kepada mereka apa YANG TERTULIS
   TENTANG DIA dalam SELURUH KITAB SUCI, mulai dari KITAB-KITAB MUSA
   dan segala KITAB NABI-NABI."

   b. Yesus adalah penggenapan Hukum Taurat
  
   Dalam Mat. 5:17 Yesus berkata, "jangan kamu menyangka, bahwa Aku
   datang untuk meniadakan HUKUM TAURAT atau KITAB PARA NABI. Aku
   datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya."

   c. Yesus adalah penggenapan dari nubuat-nubuat PL

   Tuhan Yesus berkata kepada 10 murid-Nya yang dicatat di Lukas
   24:44- 47, "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu
   ketika Aku masih bersama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi
   semua YANG ADA TERTULIS tentang AKU dalam KITAB TAURAT MUSA dan
   KITAB NABI- NABI DAN KITAB MAZMUR. Lalu Ia membuka pikiran mereka,
   sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: Áda
   tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara
   orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita
   tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada
   segala bangsa, mulai dari Yerusalem."


Namun suatu teguran yang sangat ironis karena sekalipun Allah telah
menyatakan maksud rencana-Nya dalam Yesus Kristus melalui para nabi
dan utusan-utusan-Nya, bangsa Israel tetap saja menolak Yesus dan
tidak mau menerima Dia. Seperti yang dikatakan dalam  Yoh. 5:39 and
40, ketika Yesus sedang bercakap-cakap dengan orang-orang Yahudi, Ia
berkata: "Kamu menyelidiki KITAB-KITAB SUCI, sebab kamu menyangka
bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-
kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu TIDAK MAU
DATANG KEPADA-KU untuk memperoleh hidup itu."

Oleh karena itu pada pelajaran PPL yang terakhir ini, marilah kita
menyadari betapa pentingnya menempatkan Kristus sebagai pusat sejarah
PL dan PB karena di dalam Kristuslah kita dapat melihat kepenuhan
Allah dinyatakan. Biarlah mulai saat ini kita bisa melihat PL dengan
terang PB untuk kita dapat menggali kekayaan Firman Tuhan (Alkitab)
ini dengan sebaik mungkin. Seperti teladan penulis-penulis PB yang
menggunakan PL untuk menjelaskan tentang Yesus dan juga menggunakan
Yesus untuk menjelaskan PL.


>>-------------------- Akhir Pelajaran (PPL-P06)--------------------<<
                                                  
* DOA *
-------
"Kami bersyukur Tuhan karena Engkau berkenan menyatakan Diri-Mu kepada
kami dalam bahasa manusia (Alkitab) sehingga kami sekarang boleh
menerimanya sebagai harta rohani yang tak ternilai. Ajarkan kepada
kami untuk mau dengan teliti mempelajarinya, merenungkannya dan
mengaplikasikannya dalam hidup kami. Pimpinlah umat-Mu pada jaman ini
untuk mengerti rencana Tuhan melalui Firman-Mu ini, supaya genaplah
apa yang Engkau rencanakan dan biarlah Kerajaan-Mu datang di tengah-
tengah kami. Amin."


[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]

----------------------------------------------------------------------
PESTA ======Pendidikan Elektronik Studi Teologia Kaum Awam====== PESTA